|
|
|
Sommarträff Lö 21 augusti 2010
. I dragkampen var det många mot många. Alla drar så hårt de kunde. Här förlorar man mycken energi förstås, på båda sidor, vinnare eller förlorare. Men efter det kom besked tydligare om att fylla på mer energi igen, grillvagn kom fram med en erfaren grillmästare Lennart i spetsen Kom också 'vice grillmästaren' Ginting och det 'nya grillmästaren' Thomas, dessutom gästen från Indonesien dvs Gammas Pappa tog hand om kycklingsspett. Alla fyra gjorde sitt bästa. Det ryker och luktar gott syns från långthål att man känner hungrigt särsligt efter alla dessa energislukande lek och tävlingar. Från köket hörs rop av de händiga arbetsglada föreningskvinnor, det är dags, maten är klar. Alla till matsalen, nu är det ganska tyst i salen, maten kan tysta folk så underligt men härligt och mycket trivsam. Alla njuter av det rådande stämningen på sommarträff, eller är det kanske också ett sätt att njuta av livet tillsammans på en helgdag och att vara tillsammans i en fridsam gemenskap utan krav.
Med vänlig hälsning Skriven av Ginting och Roza, foton plåtade av Ronny --
På indonesiska
Pertemuan musim panas Sabtu 21 Augustus 2010
Tidaklah berlebihan kalau dikatakan kita berhasil juga bikin pertemuan musim panas kali ini. Bahkan boleh dikatakan cuaca juga memihak kita, tak ada hujan walupun pada mulanya rintik-rintik ketika kita melaksanakan 'poäng promenad' yang diorganisir oleh Annie seperti biasanya. Setelah itu terlihat matahari menunjukkan sinarnya, tidak telalu panas tapi paspasan untuk bercebur dan mandi di laut. Beberapa anak-anak seperti Sasqia, Demas, Dika, William, sempat juga menceburkan diri dan berenang beramai-ramai di air yang cukup hangat. Ada juga yang mengangkat kayuh dan dengan perahu kecil berdayung ketengah berkeliling sekitar teluk. Hal ini dilakukan oleh Göte bersama cucunya bernama Minerva. Mereka kelihatan sangat senang dan bergembira. Yang lain bermain basket, bukan bertanding hahaha . . . tapi hanya berusaha masukkan bola ke basket. Yang lain lempar frisbee seperti Alexander, Thomas, Theres dan ikut juga Ginting. Banyak juga yang hanya duduk istirahat dibawah kecerahan sinar matahari sambil menikmati pemandangan laut yang indah. Juga orang tua Gamma yang sedang berkunjung ke Swedia ikut menikmati pertemuan musim panas ini, bergembira bersama dengan orang-orang Indonesia lainnya di Swedia, Sayangnya hari terakhir bagi mereka, karena esok harinya harus kembali ke Indonesia. Kita ucapkan Selamat Jalan dan Selamat Datang kembali kalau berkunjung lagi ke negeri kerajaan Swedia ini. Bermain sepak bola juga digemari oleh anak-anak kecil maupun dewasa. Beberapa anak masih terlalu kecil main bola sehingga kadang bolanya malah menggelundung kebelakangnya walaupn disepak kedepan. Sungguh sangat menggembirakan dan menyenangkan melihat anak-anak kecil ini bersenang-senang dan bermain dirumput hijau dekat pantai ini. Ketawa dan senyuman mereka, teriakan mereka yang mengutarakan kegembiraan, menandakan dan mengingatkan kita sepintas lalu bahwa pertemuan ini telah berhasil mencapai tujuannya, menggembirakan bagi semua. Orang tua yang punya anak kecil seperti Peter/Lia, Hasse/Theres, Björn/Sopiah, Sonny/Helen, Peter/Atika, Dan/Ludya, John/Gamma, Kitty och morföräldrar Göte/Ann Marie, semua bisa lebih tenang melihat dan membiarkan si kecil-kecil ini bermain sendiri diatas lapangan hijau ditepi pantai Sillvik yang tenang, aman dan nyaman. Kemudian tibalah waktunya, pertandingan-pertandingan sungguhan. Berlari secepat mungkin dengan membawa kelereng disendok makan. Banyak juga yang mencoba, tetapi ternyata memang sulit. Orang ingin lari secepat mungkin, tetapi kelerengnya malah terbang sendiri jatuh dari sendok. Sudah tentu kalah. Tapi tentu saja ada juga yang pemenang, dimenangkan oleh yang menguasai tekhnik sendok-kelereng. Kemudian diadakan juga pertandingan lari karung. Lari dengan kedua kaki dalam karung, wah wah . . . tidak gampang. Pertandingan ini malah dimenangkan oleh seorang anak menurut putusan wasit Peter yang juga merangkap sebagai komandan seluruh pertandingan. Variasi lainnya lari pasangan dengan karung. Satu kaki masing-masing dalam karung dan berlari sambil gandengan. Ini lebih susah lagi. Dua laki-laki Göte dan Ginting muncul menantang anak-anak muda. Dua orang ini hampir menang, tetapi sebelum mencapai garis akhir mereka terjatuh guling berdua. Wuh . . . malu deh lawan anak-anak muda hahaha . . . semua wanita dan yang lain pada ketawa gembira. Doakan nasib lebih baik lain kali ya hahaha . . . Pertandingan lainnya 'kubb spel', permainan Swedia yang sudah berumur ratusan tahun, kabarnya sejak zaman Viking di Gotland. Permainan yang sangat menarik bagi anak-anak muda maupun dewasa. Tapi untuk bisa melempar jatuh sebuah kubb sangat susah, karena orang harus melemparkan tongkat pelemparnya dengan cara khusus, dipegang dibawah telapak tangan dan tidak boleh mutar horizontal di udara atau cara lempar helikopter dilarang. Seni untuk bisa mengenai dan menjatuhkan sebuah kubb sangat dihargai dan satu grup pemain akhirnya memenangkan pertandingan karena pertama berhasil menjatuhkan semua kubb dan kemudian menjatuhkan raja. Selamat menikmati kemenangan! Dalam perlombaan tarik tali, dikedua pihak terdiri dari banyak orang. Semua berusaha keras untuk menarik sekuat tenaganya. Dan dalam pertandingan ini semua kehilangan energi banyak, artinya kedua belah pihak sama-sama 'kalah', pada terengus-engus tarik napas. Tapi setelah itu semakin jelas terlihat kedatangan wagon penambah energi dengan ahli pembakar sate yang sudah berpengalaman Lennart, dan ada juga 'wakil'nya Ginting, ditambah lagi dengan pembakar baru Thomas, ditambah lagi persatean ayam yang ditangani oleh tamu dari Indonesia ayah dari Gamma. Keempatnya berusaha membikin sebaik mungkin dan secepat mungkin. Terlihat kepulan asap dan tercium bau harum kemana-mana sehingga orang-orang semakin merasa lapar kepingin makan cepat-cepat terutama karena sudah letih dan kehabisan energi dalam semua pertandingan-pertandingan tadi. Tak lama kemudian terdengar panggilan dari dapur, suara dari wanita-wanita perkumpulan yang sudah dengan tangkas dan rajin menyiapkan semua hidangan, makan! . . makan! Semua berjalan menuju ruang makan, dan sepertinya jadi sepi, senyap di ruang makan. Makanan kelihatannya bisa mendiamkan atau menenangkan suasana seperti menakjubkan tetapi suasana terasa jadi sangat indah dan menyenangkan. Semuanya kelihatan sangat menikmati suasana pertemuan ini, atau mungkin ini juga adalah satu cara untuk menikmati hidup secara bersama-sama pada satu hari libur, atau menikmati hidup-bersama dalam satu kebersamaan yang damai dan nyaman tanpa tuntutan.
Salam hangat Ditulis oleh Ginting dan Roza. Foto oleh Ronny.
|