|
|
|
Indonesiska föreningen Nedanför den indonesiska texten finns en svensk version i original
Dari majalah ”Vi Backabor” 1 sept 2006, Göteborg PERKUMPULAN INDONESIA Di Göteborg Jarak dari Swedia ke kepulauan Indonesia kelihatannya sangat jauh, tetapi tidaklah jauh bagi mereka yang tinggal di Backa. Disini ada Perkumpulan Indonesia di Göteborg. Perkumpulan Indonesia di Göteborg mempunyai lokal dan
kegiatan di Brunnhuset. Dalam Perkumpulan ada sekitar 50 anggota dan keluarga,
tetapi Perkumpulan selalu dengan tangan terbuka menerima lebih banyak anggota.
Tujuan Perkumpulan ialah untuk menjaga dan memelihara tradisi dan budaya
Indonesia serta menyebarkan pengenalan dan pengetahuan tentang Indonesia.
Anni Håkansson adalah ketua
Perkumpulan. Perkumpulan
mengadakan kursus dalam bahasa Indonesia, budaya dan tradisinya untuk mereka
yang akan berpergian ke Indonesia dengan cara sendiri. Disini anda dapat belajar
banyak tentang negeri Indonesia, mendapatkan informasi tentang tempat-tempat
kunjungan turis, bagaimana cara terbaik pergi kesana serta informasi tentang
penginapan termurah. Annie biasa mendapat telefon maupun e-post dari orang-orang
di seluruh Swedia yang ingin mengadakan perjalanan ke Indonesia untuk mengetahui
Indonesia secara praktis maupun tentang suasana aktual Indonesia. Masakan tradisionil
Perkumpulan
juga mengadakan kursus masakan tradisionil Indonesia. Masakan yang sangat
berguna dan lezat dengan menggunakan banyak sayur-sayuran dan banyak bumbu-bumbu.
”Kita
menyesuaikan masakan dengan suasana Swedia. Di Swedia tidak semua menginginkan
bumbu-bumbu yang pedas, karena itu kita usahakan bikin agak tidak terlalu pedas.
Tetapi berangsur-angsur dalam penyesuaian banyak juga diantara orang-orang
Swedia yang mulai menikmati bumbu yang sedikit lebih pedas dan menginginkan
makanan yang sedikit pedas”, kata Annie. Banyak diantara bahan masakan yang disediakan dalam kursus dapat dibeli di toko-toko bahan makanan. Tahun-tahun terakhir telah lebih banyak ragamnya. Sepuluh tahun yang lalu lebih susah mendapatkan bahan makanan Indonesia sehingga Annie harus pulang pergi ke Belanda untuk membeli bahan-bahan makanan yang di Swedia belum ada. Sekarang sudah ada juga sejumlah toko-toko China di Göteborg dan disana bisa ditemukan bahan-bahan makanan dari seluruh Asia. ”Dalam kursus masak yang kami adakan termasuk juga kunjungan studi ke salah satu diantara toko China di Göteborg sehingga pengikut kursus bisa belajar mencari bahannya di rak makanan. Ini sangat dipuji oleh pengikut kursus dan juga penting karena nama-nama barang dalam bahasa Indonesia tidak selalu sama dalam bahasa China” kata Annie. Kursur masak diadakan 4x ditambah 3 jam kunjungan ke toko makanan. Senang di BackaPerkumpulan Indonesia merasa seperti tinggal dirumah sendiri di Backa. Mereka ini mengambil bagian di Backafestivalen (Pesta Backa) selama 10 tahun terakhir dan juga ikut ambil bagian dalam ”Hari Kesehatan Rakyat” yang terakhir. Setiap musim semi Perkumpulan mengadakan ”open-house” di Brunnshuset dimana diperkenalkan kegiatan Perkumpulan, pertunjukan film dan informasi atau diskurs tentang budaya maupun tradisi Indonesia. Disini juga para pengunjung bisa mencoba menikmati makanan Indonesia dan kesempatan melihat berbagai ragam pakaian dan pekerjaan tangan tradisionil Indonesia. Biasanya sangat banyak pengunjung dan acara ini sangat banyak dapat penghargaan. ”Bagi yang tidak ikut open-house musim semi yang lalu masih ada kesempatan baru dalam ”Pekan Kesehatan Rakyat” (folkhälsoveckan) pada permulaan bulan oktober (minggu ke 40 ). Pada hari itu Perkumpulan Indonesia akan mengadakan open-house lagi dan semua penduduk Backa dan sekitarnya disambut dengan hati yang tulus dan Selamat Datang”, kata Annie mengakhirinya. Website Perkumpulan: hem.passagen.se/indonesiska
|